Welcome to Blog KAMMI Komisariat UNJ - Mari Berkarya dan Berkontribusi untuk Bangkitnya Negeri 

Kamis, 05 November 2009

RUU TIPIKOR, Kembalikan Kewenangan KPK Pada Fitrahnya

PERNYATAAN SIKAP KAMMI PUSAT


RUU TIPIKOR, KEMBALIKAN KEWENANGAN KPK PADA FITRAHNYA

KPK adalah amanat reformasi, dan sejak didirikannya pada tahun 2003, tercatat begitu banyak prestasi gemilang yang ditorehkannya dalam menjebloskan para koruptor ke penjara. Aksi-aksi KPK membuat ruang gerak koruptor semakin sempit. Berbagai dukungan pun mengalir untuk semakin mengokohkan posisi KPK. Namun di sisi lain, kehadiran KPK justru menjadi “common enemy” bagi para pejabat dan pengusaha korup yang tidak menginginkan Indonesia bebas dari korupsi.

Kebencian tersebut terlihat dari upaya-upaya sistematis dalam pelemahan-pelemahan KPK belakangan ini. Antara lain: revisi RUU TIPIKOR yang semakin mengurangi kewenangan KPK dalam menindak para koruptor, penetapan status tersangka terhadap dua pimpinan KPK atas dasar yang tidak jelas, serta intervensi pemerintah dengan imenerbitkan Perppu yang kami anggap merusak independensi dan kinerja KPK.

Selasa, 03 November 2009

DAURAH MARHALAH 1 
KAMMI KOMISARIAT UNJ


Jumat - Ahad, 20 - 22 November 2009. Villa Al-Qudwah, Depok
Cp : Eko Andriawan (085261713528), Habibi (085287881276), dan Aisah (02198575334)

Daftarkan diri Anda sekarang! Jangan sampai nyesel dan rugi tidak ikut Dauroh Marhalah 1 KAMMI UNJ. Dijamin acaranya asyik, nambah ilmu, nambah pahala, dan nambah juga yang lain-lain. So, mari bergabung dengan KAMMI Komisariat UNJ untuk berkarya dan berkontribusi demi bangkitnya negeri.

Dua Pimpinan KPK Ditahan: KAMMI Siapkan Aksi Besar-besaran

VIVAnews - Hampir semua organisasi kemahasiswaan mendukung pembebasan dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia akan ikut berperan dengan menggelar aksi besar-besaran.

"Nanti malam akan ada putusan, KAMMI siap menggalang dan memperluas demonstrasi," kata Ketua Umum KAMMI, Rijalul Imam, saat diwawancara VIVAnews melalui telepon, Senin 2 November 2009.

Sabtu, 24 Oktober 2009

Pernyataan Sikap KAMMI Untuk Pelantikan PRESIDEN & WAKIL PRESIDEN RI TAHUN 2009

KAMMI sebagai bagian dari elemen masyarakat Indonesia menyadari bahwa hasil Pemilu Presiden & Wakil Presiden 2009 pasca Sebelas Tahun Reformasi adalah hasil dari Demokrasi prosedural yang telah disepakati oleh seluruh bangsa Indonesia, dengan hasil keputusan politik lebih dari 60% rakyat Indonesia memberikan kepercayaan kepada SBY–Boediono untuk memimpin bangsa Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Senin, 18 Mei 2009

SUARA KERINDUAN DARI JATIWARINGIN
Akhirnya kerinduan itu terpuaskan sudah. Sebuah jalan telah dibuka Allah. Dalam rangka memperluas jaringan, KAMMI UNJ berkunjung ke kampus Jatiwaringin. Senin yang cerah, menawarkan semangat. Meski sempat dilanda hujan, tak menggoyahkan tekad bersilaturahmi.

Sekitar jam 10.00 aku tiba di kampus As Syafiiyah. Suasana kampus sangat hangat meski terlihat sepi. Tampaknya para mahasiswa sedang terlibat UTS. Usai sholah dhuha, perwakilan As Syaifi'yah menyapaku dan menerangkan bahwa teman – teman sudah menunggu kehadiran perwakilan KAMMI UNJ. Sekitar jam 11.30 acara dibuka oleh ketua LDK As Syaifi'iyah. Hadir dalam pertemuan itu ikhwan akhwat BSI dan As Syafi'yah. Meski belum massif agaknya upaya kader KAMMI UNJ di sana patut diacungi jempol.  Mereka berani menggagas ide pertemuan pengurus KAMMI UNJ dengan kader LDK se-Jatiwaringin.

Rabu, 22 April 2009

TARBIYAH MENJAWAB TANTANGAN

*Inggar Saputra*
Ketua Umum KAMMI Komisariat UNJ 2009

Kehidupan dakwah selalu mempunyai zaman. Tak selamanya zaman yang satu sama dengan zaman yang lain. Tarbiyah Islamiyah juga harus mengalami refleksi atas perjalanan kader dakwah di setiap zamannya. Ketika dakwah belum berkembang, militansi yang kuat mengantarkan kita menjemput calon kader. Kini, kemenangan sudah mulai dirasakan ditandai banyak manusia mencari tarbiyah. Fenomena ini tentu harus dipertahankan di masa mendatang. Kader dakwah bukan lagi Ashabul Kahfi yang mengurung dalam gua, namun ia mulai menebar Islam bagi sesama manusia. Semangat zaman mengantarkan suasana liqa' tarbawi dan kedekatan dengan murrabi/yah selalu dirindukan. Izzah untuk membela Islam mulai tumbuh di dalam hati setiap muslim/ah. Militansi terikat kokoh dalam sebuah halaqah yang diwarnai semangat persaudaraan. Ghirah Islamiah memunculkan semangat saling memberi, bekerja sama dan saling berkorban. Tarbiyah sukses menghiasi jiwa para du'at dan melahirkan tarbiyah imaniyah. Kedisiplinan membuat mereka sangat menyesal bila tidak menghadiri pertemuan pekanan. Tarbiyah seakan ingin mengatakan dirinya sedang menyiapkan pewaris peradaban yang akan menentukan gerakan perubahan negeri ini.

NASIB PENDIDIKAN INDONESIA PASCA PEMILU 2009

Inggar Saputra
Ketua umum KAMMI Komisariat UNJ 2009-2010

Pesta demokrasi Indonesia sudah di depan mata. Partai politik berbenah diri dan memperbaiki citra agar rakyat memilih. Bendera mereka berkibar di sudut jalan. Pamflet caleg (calon legislatif) bertebaran sehingga makin mengotori keindahan kota. Janji bertebaran tanpa masyarakat mengetahui kontribusi para caleg tersebut. Kunjungan berlabel silaturahmi elit politik menjadi menu manis yang disajikan media massa. Semua bermuara pada satu harapan agar rakyat secara sadar memilih mereka saat pencoblosan nanti. Jangan lagi ada masyarakat yang golput (Golongan putih). Banyak pemilih yang golput tentu akan mengurangi suara mereka. Harapan yang terdengar semu melihat tingginya apatisme masyarakat terhadap partai politik.  Ironis memang karena rakyat kembali dibodohi dengan memilih kucing dalam karung. Bagaimana tidak, rakyat kecil masih belum merasakan apa yang diperjuangkan nasib para wakil rakyat di parlemen.